Pernahkah kamu mendengar istilah "tumpatan gigi" saat berkonsultasi dengan dokter gigi dan bertanya-tanya apa bedanya dengan "tambalan gigi"? Kebingungan ini sangat wajar ketika mencari tahu perbedaan tumpatan dan tambalan gigi karena kedua istilah tersebut sering digunakan secara bergantian dalam pembahasan kesehatan gigi.
Lantas, apakah tumpatan dan tambalan gigi adalah dua prosedur yang berbeda? Mari simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Tumpatan vs Tambalan Gigi
Sebenarnya perbedaan tumpatan dan tambalan gigi secara fungsi dan tindakan medis, tidak ada perbedaan sama sekali.
Perbedaan utama keduanya hanya terletak pada bahasa dan konteks penggunaannya:
- Tambal Gigi: Merupakan istilah awam atau bahasa sehari-hari (layman’s term) yang umum digunakan oleh masyarakat luas.
- Tumpatan Gigi: Merupakan istilah teknis medis atau terminologi baku yang digunakan oleh dokter gigi dan tenaga medis (medical term).
Keduanya merujuk pada prosedur rekonstruksi untuk mengisi rongga atau bagian gigi yang rusak—baik akibat karies (berlubang), aus, maupun patah menggunakan bahan medis khusus agar bentuk, fungsi kunyah, dan estetikanya kembali normal.
Mengapa Gigi Perlu Ditumpat/Ditambal?
Gigi berlubang tidak dapat memulihkan jaringannya sendiri. Tanpa tindakan penumpatan, lubang kecil akan terus mengikis struktur dentin hingga mencapai saraf gigi (pulpa).
Prosedur penumpatan bertujuan untuk:
- Menutup celah karies agar bakteri dan sisa makanan tidak makin mengikis struktur dalam gigi.
- Menghentikan rasa ngilu atau sakit akibat terpaparnya lapisan saraf.
- Mengembalikan bentuk dan fungsi kunyah agar aktivitas makan tetap nyaman.
- Mencegah kerusakan lebih parah yang dapat berujung pada perawatan saluran akar atau pencabutan gigi.
Jenis-Jenis Bahan Tumpatan/Tambalan Gigi
Meski istilahnya sama, bahan yang dipakai oleh dokter gigi sangat bervariasi. Pemilihan bahan ini disesuaikan dengan posisi gigi, kedalaman lubang, dan pertimbangan estetika:
Komposit Resin
Bahan berawarna serupa gigi asli yang sangat mengedepankan estetika. Cocok untuk gigi depan maupun belakang, namun bisa mengalami perubahan warna seiring waktu akibat konsumsi makanan atau minuman berpigmen.
Glass Ionomer Cement (GIC)
Bahan yang dapat melepaskan fluoride secara berkala untuk membantu mencegah karies susulan. Memiliki kekuatan terhadap tekanan kunyah tingkat sedang, sehingga sangat ideal untuk gigi anak-anak, area leher gigi, atau sebagai tumpatan sementara.
Porselen (Inlay / Onlay)
Bahan yang sangat presisi, kuat, dan tahan lama tanpa mudah bernoda. Prosedurnya membutuhkan proses laboratorium khusus dan biaya yang relatif lebih tinggi, umumnya digunakan untuk kerusakan struktur gigi yang sudah cukup luas.
Amalgam
Bahan campuran logam berwarna perak yang sangat kuat dan tahan benturan kunyah jangka panjang. Namun, karena warnanya kurang estetis dan mengandung unsur raksa/merkuri, bahan ini sudah mulai jarang digunakan di klinik modern.
Prosedur Umum Penumpatan Gigi
Secara umum, proses penumpatan gigi berlangsung dalam beberapa langkah sederhana:
- Pemeriksaan & Pembiusan: Dokter memeriksa kondisi lubang. Jika lubang cukup dalam, anestesi lokal akan diberikan agar kamu tidak merasa sakit.
- Pembersihan Karies: Bagian jaringan gigi yang membusuk atau terinfeksi dibersihkan menggunakan alat khusus (bor gigi).
- Aplikasi Bahan Tumpatan: Rongga yang sudah bersih diisi dengan bahan penumpat secara bertahap.
- Penyinaran / Pengerasan: Pada bahan komposit, sinar ultraviolet khusus digunakan untuk mengeras bahan dalam hitungan detik.
- Polishing & Penyesuaian Gigitan: Tumpatan dikikir dan dipoles agar permukaannya halus serta tidak terasa ganjal saat kamu mengunyah.
Kesimpulan
Jadi, jika dokter gigimu menyebut istilah tumpatan gigi, kamu tidak perlu bingung, itu hanyalah sebutan medis formal untuk tambalan gigi. Jika kamu memiliki gigi berlubang atau terasa ngilu saat mengonsumsi makanan dingin/manis, segeralah berkonsultasi ke dokter gigi untuk mendapatkan penanganan tumpatan yang tepat sebelum karies bertambah parah.